Ratusan lio berjejer di dataran dengan kemiringan 0 derajat. Bahkan ada yang di atas bukit-bukit, bangunan itu mengepulkan asap dari hasil pembakaran kayu untuk mengeringkan tanah yang telah dicetak sebelumnya, berbentuk persegi. Karena jumlah projek pembangunan perumahan berbahan bata merah di daerah bekasi lah yang membuat para pembuat batu bata merah ini bertahan. Perumahan KSB dan Mutiara adalah dua dari beberapa perumahan baru yang di bangun di kawasan ini. Perumahan yang belum begitu banyak di rehab ini membuat para pengusaha akan menghasilkan banyak pesanan nantinya.
Proses pembuatan bata merah diawali dari pengadukan tanah dengan huut (bubuk sekam) atau biasa disebut ngaluluh. Untuk membuat 20 ribu potong bata merah dibutuhkan campuran tanah liat dengan dua puluh karung (400 kg) sekam. Setelah itu campuran tersebut dipancong (diinjak-injak). Tahap selanjutnya adalah pencetakan. Pada tahap ini bahan bata merah dicetak pada sebuah cetakan berukuran 20x10x5 cm. Kemudian dipegangkeun (ditata secara berjajar) supaya kering. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama. "Mun cuacana keur alus mah 3 minggu ge garing. Tapi mun usum hujan jiga ayeuna mah bisa dua bulanan (Jika cuaca sedang bagus tiga minggu juga kering. Akan tetapi, jika musim hujan seperti sekarang bisa dua bulanan)," kata Oyib (45), salah satu pembuat bata merah. Setelah kering bata-bata tersebut dibersihkan untuk kemudian dipanggang di lio agar matang, kuat, dan siap pakai.
Selain memakan waktu yang cukup lama, produksi bata merah ini juga menghabiskan banyak biaya seperti ongkos ngaluluh dan mancong Rp 30,00 per bata dan mencetak sebesar Rp 15,00 per bata. Biaya untuk membuat 10 ribu bata besar sekali. Bayar untuk buruh mengaduk, menggilas, dan mencetak saja sudah Rp 500.000,00. untuk pemilik lahan memberi sebanyak 1.500 bata. Belum bubuk sekam 150 karung dikalikan Rp 4.000,00. tidak ada untungnya).
Bahan baku utama berupa tanah lempung banyak dijumpai di kawasan ini dan setiap harinya digali oleh ratusan perajin bata, memang banyak tapi kemungkinan nanti jumlahnya semakin menipis. Ketergantungan terhadap cuaca juga sangat memengaruhi pembuatan bata merah. Saat kemarau, pengeringan bata dapat berlangsung cepat. Namun, saat hujan butuh waktu cukup lama untuk mengeringkan bata merah.
Industri bata merah sudah bernapas beberapa dekade. Menghidupi ribuan warga di daerah Bekasi tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar